Langkah-Langkah Sebelum Beternak Kambing Etawa

Beternak kambing etawa adalah salah satu usaha peternakan yang sedang menjadi tren di kalangan peternak kambing,karena beternak kambing etawa ini menjanjikan keuntungan yang berlimpah.Bagi peternak pemula kadang-kadang bingung dalam menentukan langkah untuk memulai usaha ini,beberapa langkah yang bijak sebelum memulai usaha beternak kambing etawa adalah!!!

#. Jadikanlah analisa-analisa yang ada sebagai gambaran kasar dari keuntungan yang mungkin diperoleh.
 Sebuah usaha pasti menguntungkan asal dilakukan dengan fokus & konsisten.
#. Memperhatikan penempatan kandang terhadap sumber pakan hijauan.
 Menekan biaya pakan adalah kunci sukses beternak etawa. Perhatikan juga keseterdiaan pakan konsentrat seperti ampas tahu / bungkil jagung.
#. Tahu pasti tentang daya serap pasar terhadap produk ternak kambing etawa.
 Dengan mengetahui daya serap pasar akan menentukan tujuan beternak kambing etawa. Apakah untuk pedaging, susu/kontes.
#. Infrastruktur haruslah sesuai dengan jumlah kambing yang akan dipelihara dan modal yang ada.
 Semisal adalah; sangat bagus untuk memiliki kandang terbuat dari kayu dan beratap genteng. Namun jika belum ada modal, maka kayu dapat diganti bambu dan genteng bisa diganti asbes. Intinya adalah mendahulukan yang perlu agar peternakan bisa berjalan. Semua itu punya tujuan untuk efisiensi penggunaan modal.
#. Pilihlah kambing peranakan etawa / kambing etawa yang sesuai dengan tujuan beternak dan modal yang ada.
 Harga kambing etawa ras kaligesing sekarang ini cukup mahal. Dengan membeli bibit/induk kambing etawa ras senduro yang lebih murah & berkualitas akan bisa mengurangi biaya pembelian kambing perah & pedaging.
#. Mulailah dari yang mudah, murah dan kecil.
 Ini bertujuan agar peternak kambing etawa pemula belajar mengenai aspek-aspek manajemen dalam ternak kambing etawa. Juga upaya mengurangi risiko kerugian jika ada kambing yang mati.
#. Merencanakan jangka panjang untuk mengembangkan & membesarkan peternakan kambing etawa.
 Dengan prinsip ini diharapkan peternak tak tburu-buru untuk mengambil semua laba tanpa memperhitungkan pembesaran kandang (seperti perluasan kandang /penambahan kambing). Hendaknya keuntungan yang diperoleh diputar lagi untuk memperbesar aset peternakan.
#. Banyak belajar mengenai ternak kambing etawa lewat buku seminar maupun dari internet.
 Konsultasi antar sesama peternak kambing etawa dan yang telah berhasil bisa membantu pemahaman manajemen ternak yang baik dan benar.

Setelah kita mempelajari,menimbang dan memahami hal-hal di atas jangan terlalu lama langsung action.Dalam beternak kambing etawa sebenarnya ada 3 hal penting yang harus kita perhatikan yaitu pengadaan induk,pakan dan pelaksanaan.

Pengadaan Induk/Bibit Etawa

Dalam pengadaan kambing hendaknya kita beli indukan atau bibit dari peternak yang sudah terpercaya. Karena dengan begitu kita dapat mengetahui track record dari kambing tersebut. Kambing yang bagus untuk kita gunakan sebagai pejantan adalah memiliki punggung yang lurus/tidak bengkok, tubuh yang besar dan gagah, kaki yang kokoh, berumur lebih dari 1,5 tahun dan tidak ada cacat. Sedangkan indukan etawa yang bagus menurut para peternak pada umumnya adalah Jinak, kaki lurus, berputing dua buah, bertubuh proporsional dan simetris lurus, tumit cenderung tinggi dan sehat tanpa cacat. Berikan vitamin setibanya kambing di lokasi/kandang hingga beberapa hari. Karena dapat mencegah penyakit dalam proses adaptasi di lingkungan yang baru.

Pakan Kambing Etawa

Pemberian pakan pada budidaya kambing etawa tidak dapat sama ratakan. Harus kita sesuaikan dengan kebutuhan gizi pada usia tertentu. Sebisa mungkin pakan mengandung, protein, vitamin, karbohidrat, mudah dicerna dan tentunya mudah didapat sekaligus murah. Pakan kambing di pedesaan pada umumnya adalah rumput/hijauan dengan diselingi kacang-kacangan yang mengandung vitamin dan mineral. Namun sekarang sudah banyak yang menggunakan pakan buatan yang melalui beberapa proses. Karena mengandung gizi lebih tinggi dan dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan nutrisi kambing etawa. Baca artikel tentang  fermentasi pakan dengan SSG
Tidak ada kententuan/rumus dalam pembuatan pakan bagi kambing. Namun umunya para peternak etawa menggunakan perbandingan sebagai berikut : Bekatul dan Konsentrat dibuat dengan perbandingan 3: 1. cara lain adalah dengan menggunakan bekatul sebanyak 50% dicampur bungkil kelapa sebanyak 25%, sisanya campuran antara bungkil kacang tanah dan kapur. Selingi dengan rumput sebagai pakan tambahan.
Pemberian rumput juga harus kita kira-kira dengan berat badan kambing. Maksimal pemberian pakan tambahan/rumput 15% dari berat badan kambing. Untuk merangsang dan mempercepat pertumbuhan kita bisa menambahkan vitamin dan premix yang banyak tersedia di toko peternakan. Berikan pakan secukupnya sebanyak 2x sehari pagi dan sore secara rutin agar kesehatan kambing tetap terjaga.
Untuk Air, berikan takaran 2 liter per ekor per hari nya. Tambahkan garam yodium secukupnya juga pada air minum.

Pelaksanaan Ternak Kambing Etawa

1.Kandang Kambing Etawa : Syarat utama kandang bagi kambing etawa adalah kebutuhan sinar matahari yang cukup, bersih, agak jauh dari rumah dan hawa angin dapat masuk sebagai ventilasi. Tujuan terkena sinar matahari yaitu mencegah kotoran dan bakteri yang cepat tumbuh di lingkungan kandang.

2.Kambing Etawa setidaknya dapat beranak 3 kali dalam dua tahun. Tapi usahakan agar kambing dapat beranak lebih banyak dari itu. Oleh karena itu hal yang harus jadi patokan anda dalam cara budidaya kambing etawa adalah usia kambing bisa disebut dewasa pada usia setengah tahun sampai satu tahun. Kawinkan setelah usia benar - benar matang, yaitu antara 11-12 bulan. Kadang ada pula yang 10 bulan sudah matang dan dewasa. Bobot harus lebih dari 50kg pada usia produksi tersebut. Birahi kambing adalah selama 1-2 hari dan dapat siklus itu dapat bertahan selama 2 atau 3 minggu.  Tanda bila kambing mulai birahi adalah kambing terlihat mondar - mandir karena merasa gelisah, kurang doyan makan, ekor terus bergerak dan dikibaskan, kemauan membesar dan terus bergerak(diam bila kambing dinaiki), buang air kecil tidak teratur/sering.

3.Waktu bunting dari indukan/kambing betina adalah kurang lebih 5 bulan, dan masa melahirkan sampai masa istirahat adalah 2 bulan. Pada saat - saat tersebut jagalah pola makan dan kebersihan kambing. Apabila kita kurang memperhatikan kebersihan dan pola makan, dikhawatirkan kambing akan cacingan dan terkena skabies/kudisan.

4.Setelah memasuki masa panen dan berhasil, terus rawat dan tingkatkan produksi dan budidaya. Karena semua bagian dari kambing etawa baik itu daging, susu, kotoran dan kulitnya akan laku dijual. Biasanya pada usia lebih dari 1,5 tahun berat badan kambing sudah sulit untuk naik lagi. Pada saat itu, siasati penjualan saat kambing sedang naik daun. Dengan begitu kambing tetap dapat terjual dengan harga yang lumayan. Perkiraan harga kambing dapat dihitung dari berat x 50 persen karkas x harga daging kambing eceran.

semoga bermanfaat dan salam sukses
Previous
Next Post »
0 Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
Featured

Ad Home

LightBlog